Thursday, May 17, 2007

Ingin Karyawan Loyal? Benahi Program Pensiun dan Kesehatan!

Apa alasan Anda bertahan di tempat kerja sekarang? Gaji besar, tunjangan menarik, atau keduanya? Namun berdasarkan survey yang dilakukan Watson Wyatt terhadap 201 perusahaan di Indonesia mengungkapkan bahwa perusahaan memperkirakan karyawan akan loyal antara lain karena ada tunjangan kesehatan dan program pensiun yang disediakan perusahaan tempat bekerja.


Watson Wyatt Indonesia melakukan mensurvey 201 perusahaan, dimana 80% merupakan perseroan terbatas, 6% perusahaan terbuka (go public) dan 5% perusahaan milik perorangan. Menurut Lilis Halim, Managing Consultant Watson Wyatt Indonesia dalam presentasinya di hadapan media di Jakarta baru-baru ini, metode survey dilakukan dengan cara wawancara top eksekutif perusahaan yang bersangkutan.
Dari hasil survey disimpulkan bahwa tigadari empat perusahaan di Indonesia merasa perlu untuk membenahi program pensiun dan kesehatan karyawannya dalam lima hingga 10 tahun mendatang.

"Populasi yang menua adalah isu sosial ekonomi yang akan menjadi masalah besar di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, pada abad 21. Usia para tenaga kerja semakin bertambah tua sementara banyak perusahaan dan karyawan yang belum siap menghadapi masa pensiun itu," ujar Lilis saat temu pers memaparkan temuan Watson Wyatt dari penelitian "Ageing Workforce 2006", sebuah penelitian tentang populasi yang menua di 11 negara besar Asia Pasifik.
Populasi yang menua, lanjut Lilis, akan berdampak besar terhadap pola rekrutmen karyawan serta beban biaya kesehatan dan pensiun yang harus ditanggung oleh perusahaan dan karyawan. Menurut data yang ada, populasi tenaga kerja di Indonesia yang berusia 50 tahun ke atas telah mencapai 16% pada 2005, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 28% pada 2030 dan menjadi 37% pada 2050. Dalam angka absolut, populasi akan menjadi hampir tiga kali lipat dari 38 juta pada 2005 menjadi sekitar 123 juta pada 2050. Sebuah angka yang luar biasa bukan?
Terkait dengan itu, sekitar 64% perusahaan di Indonesia percaya bahwa perubahan demografis karena meningkatnya populasi yang menua akan berdampak pada sektor ekonomi dan masyarakat. "Sekitar 81% yang kami survey percaya bahwa karyawannya akan memberi apresiasi tinggi bila perusahaan memberi tunjangan pensiun. Namun kenyataannya hanya 10% pekerja Indonesia yang mendapatkan tunjangan pensiun, baik dari perusahaan maupun perorangan," tutur Lilis.

lebih lanjut Lilis menjelaskan,"Penelitian ini bertujuan mempelajari pandangan perusahaan terhadap manfaat tunjangan kesehatan dan pensiun dalam rangka menarik dan mempertahankan tenaga kerja yang berprestasi."

Dalam paparannya Managing Consultant Watson Wyatt Indonesia ini mengungkapkan bahwa berdasar hasil penelitian Watson Wyatt di kawasan Asia Pasifik terindikasi bahwa sebagian besar pemerintah dan perusahaan di kawasan, termasuk Indonesia, akan menghadapi kenaikan beban SDM yang bermakna karena lebih dari 70% pekerja kini berharap perusahaan menanggung biaya kesehatan dan pensiun mereka. "Masalah ini akan berdampak keuangan besar bagi perusahan dalam 20 tahun mendatang mengingat kemampuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sangat terbatas," ujar Lilis.

Untuk mengatasi masalah ini, lanjut Lilis, perusahaan perlu membuat skema pensiun sejak dini dengan membagi beban biaya kepada perusahaan dan karyawan. "Hal ini tidak saja akan memberi jaminan hari tua bagi karyawan, tetapi juga akan menjadi daya tarik tersendiri untuk mempertahankan tenaga berpotensi tinggi agar tetap bekerja di perusahaan yang sama," ujar Lilis mengambil kesimpulan.
Nah, apakah perusahaan Anda sudah menyediakan tunjangan kesehatan dan dana pensiun untuk karyawan?

Sumber Hanyawanita.com

Read More......

Bila Proyek Terhambat Bos Pelit

Kepribadian setiap orang memang tidak ada yang sama persis. Begitu pula dengan bos Anda. Mungkin bos Anda yang dulu tegas dan disiplin, tetapi begitu murah hati dan royal. Sedangkan bos Anda yang sekarang cukup fleksibel, tetapi sangat penuh perhitungan, alias pelitnya minta ampun.
Susahnya punya bos pelit, kadang mungkin segala sesuatu yang berhubungan dengan finansial harus melalui proses argumentasi yang cukup alot. Hasilnya pun belum tentu diapprove, bisa jadi juga dimentahkan kembali dengan segala alasan. Padahal permintaan Anda bukanlah untuk kepentingan pribadi, tapi untuk menjalankan proyek potensial bagi perusahaan.

Akibatnya, apalagi kalau bukan Anda yang harus pandai-pandai mengatur pengeluaran dan kreatif memanfaatkan anggaran yang terbatas. Ada siasat yang bisa Anda lakukan agar si bos memberi lampu hijau untuk anggaran dan proyek bisa sukses.
Konsep & ide jelas
Memperjelas konsep dan ide yang akan dimatangkan pada bos dan tim Anda sudah pasti adalah hal yang harus dilakukan pertama kali. Dari sini, Anda harus langsung memperhitungkan jumlah dan biaya pengeluaran. Tentunya dengan rinci dan lengkap dengan estimasi waktu pengerjaan sampai matang. Bila dari awal sudah disodorkan dengan rinci, termasuk biaya, paling tidak, bos Anda tidak akan kaget dan bisa mempertimbangkanya lebih dulu, tanpa harus langsung bilang tidak.

Efisien dan kreatif

Buatlah apa-apa saja yang masih bisa dipergunakan dari sisa proyek terakhir, yang masih bisa digunakan dan didaur ulang. Cek kembali untuk biaya pengeluaran material, apakah benar-benar membutuhkan yang baru, atau bisa tetap jalan dengan kombinasi material baru 75% dan sisanya lama, atau setengah-setengah. Walaupun dituntut kreatifitas cukup tinggi untuk ini, tapi justru biaya dapat dipangkas.

Presentasi menarik

Buatlah presentasi ide-ide Anda dengan menarik, tentunya lengkap dengan anggaran lagi. Presentasi yang menarik dan menjanjikan akan membuat si bos juga berpikir positif dan optimis akan kesuksesannya. Keputusan akhir ini tentunya juga didasarkan pada jumlah dana yang tersedia dengan waktu kerja dan hasil akhir proyek yang telah Anda gambarkan dalam proposal.

Evaluasi

Jangan lupa juga untuk melakukan evaluasi. Ini wajib dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan yang didapat, sekaligus juga membuktikan hasil jerih payah Anda pada si bos. Cantumkan semua ide yang telah terealisir serta efisiensi biaya yang telah Anda dan tim kerja lakukan. Kepuasan klien atas hasil akhir proyek tersebut juga akan mempengaruhi penilaian objektif bos terhadap profesionalisme Anda.

Bila ia melihat konstribusi Anda dan tim yang begitu maksimal pada perusahaan, semoga bukan hal yang berbelit-belit lagi baginya untuk lebih royal berinvestasi mengeluarkan anggaran, alias tidak pelit lagi.

Sumber Hanyawanita.com


Read More......

Monday, May 14, 2007

Sukses Jaring Bisnis

Bagi Anda yang mencari sesuap nasi di lahan marketing, bertemu klien mungkin sudah merupakan santapan Anda sehari-hari. Tapi bagaimana bagi Anda yang baru terjun ke dunia yang satu ini setelah mungkin sebelumnya Anda tidak langsung menangani dan lebih berada di belakang layar? Apa jadinya bila Anda mau tidak mau harus menjadi ujung tombak?

First impression is first thing to handle! Tahukah Anda bahwa orang yang baru pertama kali kenal akan langsung mendapatkan kesan akan diri Anda pada beberapa menit di awal pertemuan? Bila pada seleksi beberapa menit ini Anda ‘lolos’, maka hitungan guliran waktu berikutnya akan berjalan dengan lancar dan nyaman.
Membuat calon klien merasa nyaman juga sangat penting, selain juga membuatnya menilai Anda qualified. Bila sudah ‘terpegang’ maka pembicaraan bisnis pun akan lancar mengalir.


z Penampilan

Walaupun terkesan klise, tapi yang jelas, penampilan memang menjadi salah satu modal yang tidak bisa diacuhkan. Pilih busana yang bersih, rapi serta sopan. Cara Anda berbusana juga mencerminkan kepribadian Anda. Bila penampilan saja sudah tidak meyakinkan dan bonafide, bagaimana mungkin orang lain akan percaya dan berbisnis dengan Anda? Dia boleh saja sembarangan berpakaian, tapi yang jelas, jangan sampai Anda juga melakukannya.

z Jabat Tangan

Bersalaman adalah tradisi yang wajib hukumnya saat pertama kali bertemu seseorang yang Anda kenal, maupun baru berkenalan. Jabat tangannya dengan mantap dan hangat, sambil menatap kedua matanya dengan bersahabat. Eye contact sangat penting. Oh ya, untuk jabat tangan, jagalah kadar kekuatan Anda saat menggenggam tangannya, agar jangan terlalu kuat berlebihan saat menjabatnya. Jangan sekalipun berjabat tangan dengan bibir cemberut dan wajah sinis. Kalau Anda melakukannya, dijamin itu merupakan pertemuan pertama dan terakhir.

z Mengucap Salam

Jangan lupa, sambil menjabat tangan, ucapkan salam. Selamat pagi, selamat datang, hai, halo atau it’s nice to meet you, adalah sapaan yang bisa terlontar sambil berjabat tangan. Sebutkan nama Anda dengan artikulasi jelas serta terdengar. Jangan terlalu pelan tapi juga jangan terlalu kencang sehingga seperti diteriakkan. Dengarkan dan ingat nama lawan bicara Anda. Ini penting karena ia akan merasa sangat dihargai jika Anda ingat namanya dan sesekali menyebutnya ketika mengobrol.

z Ekspresi

Ekpresi wajah yang hangat dan bersahabat sangatlah penting. ‘Isi’ mata Anda dengan pandangan ramah dan antusias ketika Anda berbicara ataupun saat mendengarkannya. Senyumlah dengan tulus, jangan dibuat-buat karena malah akan terlihat seperti sebuah seringai dibandingkan senyum.

z Eye Contact

Lakukan kontak mata mulai dari saat berkenalan dan menjabat tangannya, saat membicarakan bisnis sampai selesai dan berpamitan. Tentunya kontak mata dilakukan dengan sejajar, jangan menunduk ataupun mendongak. Tatap matanya dengan pandangan ramah, antusias, jangan malu-malu apalagi takut

Sumber Hanyawanita.com

Read More......